List
  • Bahasa Indonesia
  • English

Oleh: Vincent Gaspersz,
Lean Six Sigma Master Black Belt & Certified Management System Lead Specialist

  • American Production and Inventory Control Society (www.apics.org) Certified in Production and Inventory Management (CPIM), Certified Fellow in Production and Inventory Management (CFPIM) and Certified Supply Chain Professional (CSCP);
  • American Society for Quality (www.asq.org) Certified Manager of Quality/Organizational Excellence (CMQ/OE), Certified Quality Engineer (CQE), Certified Quality Auditor (CQA), Certified Quality Improvement Associate (CQIA), and Certified Six Sigma Black Belt;
  • International Quality Federation (www.iqf.org) Certified Six Sigma Master Black Belt (CSSMBB);
  • Registration Accreditation Board (www.exemplarglobal.org) Certified Management System Auditor (CMSA), Certified Management System Practitioneer (CMSP), Certified Management System Specialist (CMSS), and Certified Management System Lead Specialist (CMSLS).

 

Jika kita disodori hasil TEST dari seorang psikolog bahwa kita memiliki Kecerdasan Intelektual TINGGI (IQ Genius), maka bersyukurlah kepada Tuhan bahwa kita dianugerahkan talenta yang unggul.

Demikian pula sebaliknya jika kita disodori hasil TEST yang menunjukan kecerdasan intelektual kita RENDAH (IQ Rendah), maka JANGAN berkecil hati, karena FAKTA menunjukan bahwa BANYAK orang SUCCESS di dunia adalah mereka yang rata-rata memiliki kecerdasan emosional tinggi (EQ Tinggi) dengan berbagai variasi kecerdasan intelektual dari rendah sampai tinggi. Sebaliknya banyak orang GAGAL karena memiliki kecerdasan emosional RENDAH, meskipun mereka memiliki kecerdasan intelektual TINGGI.

Banyak orang SALAH persepsi dan mengabaikan kecerdasan emosional, seolah-olah kecerdasan emosional HANYA berkaitan dengan kemampuan menahan emosi dan/atau bersabar, pasrah, dll. Padahal menurut pengertian yang sesungguhnya, Kecerdasan Emosional adalah kemampuan mengelola diri kita dan hubungan antara kita dan orang lain secara efektif, sehingga memberikan prestasi kerja yang SUCCESS.

Stephen Covey menyatakan bahwa kita HARUS memenangkan terlebih dahulu diri kita (Personal Victory) yang terdiri dari tiga kebiasaan: (1) Proaktif, (2) Berpikir dari hasil akhir (goal/sasaran dan objective/tujuan), dan (3) Prioritas melalui perencanaan, baru kita bisa memenangkan orang lain atau Publik (Public Victory) yaitu tiga kebiasaan lain: (4) Menang-menang (Win-Win), catatan VG: jika perlu kita RUGI terlebih dahulu, (5) Memahami terlebih dahulu kebutuhan orang lain baru meminta kebutuhan kita dipahami, dan (6) Sinergi, yaitu memberikan efek hasil kerja kita dijumlahkan dengan hasil kerja orang lain melalui kerja sama akan memberikan hasil bersama jauh lebih besar daripada sekedar penjumlahan terpisah (1 + 1 jauh lebih besar daripada 2, mungkin 3, 4, 5, 10, dst). Selanjutnya kebiasaan ke-7 dari Stephen Covey adalah: pembelajaran terus-menerus (learning for continual improvement) terhadap enam kebiasaan tersebut (tiga kebiasaan untuk personal victory dan tiga kebiasaan untuk public victory).

Mengacu kepada klasifikasi Stephen Covey di atas, maka kecerdasan emosional juga dapat dibagi ke dalam dua bagian utama, yang disebut: keterampilan diri (kesadaran diri dan manajemen diri) serta keterampilan sosial (kesadaran sosial dan keterampilan sosial).

Sehingga pada dasarnya kecerdasan emosional terdiri dari empat kemampuan utama yang HARUS dibangun, yang masing-masing masing kemampuan itu ditransformasikan menjadi keterampilan utama yang HARUS dimiliki oleh kita untuk terus-menerus meningkatkan kecerdasan emosional.

Hal ini JAUH lebih EFEKTIF daripada sekedar mempermasalahkan kecerdasan intelektual kita yang dinyatakan oleh orang lain (ahli psikologi) sebagai memiliki IQ (Intellectual Quotient) RENDAH atau membanggakan diri karena memiliki IQ Tinggi (Genius). Banyak orang BODOH yang SUCCESS dan mempekerjakan orang-orang PINTAR, hal ini disebut sebagai Fenomena Orang “TIDAK SEKOLAH” yang SUCCESS.

Ketika kita merasa diri kita PINTAR, maka pada saat itu kita akan menjadi BODOH. Sebaliknya ketika kita merasa diri kita BODOH dan belajar terus-menerus, maka kita akan menjadi PANDAI. Hal ini berkaitan dengan kesadaran diri dan manajemen diri yang akan dibahas di bawah ini. SUCCESS bukan slogan bla bla bla, SUCCESS bukan sekedar belajar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, TETAPI SUCCESS adalah KOMITMEN mengubah diri agar terjadi peningkatan terus-menerus selama menjalani kehidupan nyata di dunia.

Pembahasan berikut berkaitan dengan strategi meningkatkan kecerdasan emosional melalui membangun empat keterampilan utama dalam diri kita.

 

A. Membangun Keterampilan Diri untuk SUCCESS (Personal Victory)

  1. Kesadaran Diri (Self – Awareness)
    • Kesadaran diri emosional (Emotional self-awareness): kemampuan membaca dan memahami emosi kita sehingga berpengaruh POSITIF pada kinerja pekerjaaan (atau kinerja belajar bagi siswa/mahasiswa) serta hubungan yang terkait.
    • Penilaian diri akurat (Accurate self-assessment): evaluasi realistik secara akurat dari kekuatan dan kelemahan diri kita.
    • Kepercayaan diri (Self confidence): perasaan harga diri (penilaian diri) yang kuat dan positif.

      Catatan: kepercayaan diri harus dibedakan dengan kesombongan, keangkuhan, tinggi hati, dll. Percaya diri adalah lawan dari rendah diri, sedangkan tinggi hati adalah lawan dari rendah hati. Yang diinginkan adalah orang yang percaya diri tetapi rendah hati.

  2. Manajemen Diri (Self – Management)
    • Pengendalian diri (Self – control): kemampuan menjaga emosi yang mengganggu dan mendadak (hasrat mendadak) agar selalu berada dalam kendali (control).
    • Kepercayaan (Trustworthiness): penampilan yang konsisten dari kejujuran (honesty) dan integritas (integrity).
    • Ketelitian/kehati-hatian (Conscientiousness): kemampuan mengelola diri kita dan tanggung jawab kita.
    • Kemampuan beradaptasi (Adaptability): keterampilan menyesuaikan diri terhadap perubahan situasi dan mengatasi/menyelesaikan masalah.
    • Orientasi prestasi (Achievement orientation): mengendalikan/mendorong diri kita untuk mencapai standar-standar keunggulan kinerja internal.

      Catatan: VG selalu menetapkan standar keunggulan kinerja sangat tinggi bagi dirinya melampaui standar-standar umum.

 

B. Membangun Keterampilan Sosial untuk SUCCESS

  1. Kesadaran Sosial (Social – Awareness)
    • Empati (Emphaty): keterampilan merasakan emosi orang lain (memposisikan diri kita sebagai orang lain, lebih dalam daripada sekedar simpatik), memahami perspektif orang lain, dan berpartisipasi aktif ikut menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh orang lain itu.
    • Kesadaran organisasi (Organizational awareness): kemampuan membaca keberlangsungan organisasi yang sekarang (kinerja dan situasi organisasi), membangun jaringan keputusan bersama, dan mengarahkan politik yang ada agar menjadi adil dan berdampak positif.
    • Orientasi pelayanan (Service orientation): kemampuan memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan (customers’ need).
  2. Keterampilan Sosial (Social Skill)
    • Kepemimpinan visioner (Visionary leadership): kemampuan bertanggung jawab dan menginspirasi agar sesuai dengan visi (menyelaraskan visi pribadi dengan visi organisasi, dll).
    • Kemampuan mempengaruhi atau berwibawa (Influence): kemampuan mempengaruhi agar orang lain mengikuti kita dengan taktik yang membujuk (persuasif).
    • Kemampuan mengembangkan orang lain (Developing others): keterampilan mengembangkan orang lain melalui memberikan umpan-balik dan petunjuk.
    • Kemampuan berkomunikasi (Communication): keterampilan mendengar dan mengirim pesan yang jelas, meyakinkan, dan baik.
    • Agen perubahan (Change catalyst): keterampilan mengemukakan ide-ide baru dan memimpin orang lain menuju ke arah yang baru itu.
    • Kerjasama dan kolaborasi (Teamwork and collaboration): keterampilan mempromosikan kerja sama dan membangun team.

 

Salam SUCCESS.

 

Sumber:

WordPress Tabs Free Version

css.php